Sabtu, 18 Mei 2013

UNSUR PEMBENTUKAN TEATER

            Dalam khasanah  teater dewasa  ini dapat disimpulkan unsur utama teater adalah naskah lakon, sutradara, pemain, dan penonton. Tanpa keempat unsur tersebut pertunjukan teater tidak bisa  diwujudkan. Untuk mendukung unsur pokok tersebut diperlukan unsur tata artistik yang memberikan keindahan dan mempertegas naskah lakon yang dipentaskan.  


     1.  Naskah Lakon
       Naskah lakon sebagaimana karya sastra lain, pada dasarnya mempunyai struktur yang jelas, yaitu tema, plot, setting, dan tokoh. Akan tetapi, naskah lakon yang khussus dipersiapkan untuk dipentaskan mempunyai struktur lain yang spesifik. Yaitu eksposisi (pemaparan), komplikasi, klimaks, anti klimaks atau resolusi, dan konkalusi (catastrophe). Kelima bagian tersebut pada perkembangan kemudian tidak diterafkan secara kau, tetapi lebih bersifat fungsionalistik.

  2.  Sustradara
         Di Indonesia penanggung proses transformasi naskah lakon ke bentuk pemanggungan adalah sutradara yang merupakan pimpinan utama kerja kolektif sebuah teater. Baik buruknya pementasan teater ditentukan oleh kerja sutradara, meskipun unsur – unsur lannya juga berperan tetapi masih berada di bawah kewewenangan sutradara.
         Menurut Harymawan (1993) Ada beberapa tife sutradara dalam menjalankan penyutradaraannya, sebagai berikut.
a.       Sutradara Konseptor. Ia menentukan pokokpenapsiran dan menyarankan konsep penapsirannyakepada pemain. Pemain dibiarkan mengembangkan konsep itu secara kreatip, tetapi juga terikat kepada pokok penapsiran.
b.      Sutradara dikator. Ia mengharapkan pemain dicetak seperti dirinya sendiri, tidak ada konsep penapsiran dua arah ia mendambakan seni sebagai dinrinya, sementara pemain dibentuk menjadi robot – robot yang tetap buta tuli.
c.       Sutradara koordinator. la menetapkan diri sebagai pengarah atau polisi lalu luntas yang mengoodinasikan pemain dengan konsep pokok penapsirannya.
d.      Sutradara penertalis. La bertindak sebagai  guru atau suhu mengamalkan ilmu bersamaan dengan mengasuh batin para anggotanya. Teater disamakan dengan padepokan sehingga pemain adalah cantrik yang harus setia kepada sutradara.

3   3.    Pemain
        Pemain adalah alat memeragakan tokoh, tetapi bukan sekedar alat yang harus tundauk kepada naskah. Pemain wewenang membuat refleksi dari naskah melalui dirinya. Agar bisa mereflesikan tokoh sesuatu yang hidup, pemain dituntut menghapal aspek – aspek pemeranan yang dilatihkan secara khussus, yaitu jasmani (tubuh/fisik), rohani (jiwa/emosi) dan intelektual. Memindahkan naskah lakon ke atas panggung melalui pemain tidak sederhana mengucapkan kata – kata yang didalam naskah lakon atau sekedar memperagakan keinginana penulis melainkan proses pemindahan mempunyai
karekterisasi tersendiri, yaitu harus menghidupkan bahasa kata (tulis) menjadi bahasa pentas (lisan).
4.      Penonton
Tujuan terahir sesuatu pementasan lakon adalah penonton. Respon penonton atas lakon menjadi suatu respon melingkar, antara penonton dan pementasan. Banyak sutradara yang kurang memerhatikan penonton dan menganggapnya sebagai konsumsi yang bisa menerima begitu saja apa yang disungguhkan sehingga tterjadi sesuatu kegagalan dalam pementasan penonton sebagai penyebabnya karena mereka tidak mengerti atau kurang terdidik memahami sebuah pementasan.

5   4.   Tata Artistik
        Tata Artistik merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan dari teater. Pertunjukan teater menjadi tidak utuh tanpa adanya tata artistik yang mendukungnya. Unsur astistik di sini meliputi tata panggung, tata busana, tata cahaya, tata rias, tata busana, tata music yang membantu pementasan menjadi sempurna sebagai pertunjukan.

a.       Tata Panggung adalah pengaturan pemandangan di panggung selama pemantasan berlangsung. Tujuannya tidak sekedar pemainan bisa dilihat penonton tetapi juga menghidupkan pameran dan panggung.
b.      Tata Cahaya atau lampu pengatur pencahayaan di daerah sekitar panggung yang pungsinya menghidupkan pemain yang suasanya lakon yang dibawakan yang sehingga suasana istimewa.
c.       Tata Musik adalah pengaturan music yang mengiringi pementasan teater yang bergune memberi untuk memberi penekanan pada suasana pemain dan mengiringi pergantian babak dan adegan. Tata suara adalah pengaturan keluaran suara yang dihasilkan dari berbagai sumber bunyi, seperti suara ator, efek suasana, dan musik. Tata surya diperlukan untuk menghasilkan harmoni. Tata rias dan tata busana adalah pengaturan rias dan busana yang dikenakan pemain. Gunanya untuk menonjol watak peran yang dimainkan, dan bentuk fisik pemain bisa terlihat jelas penonton.             

6 komentar:

  1. Blog Seni Dan Budaya,patut dicontoh utk ank muda indonesia
    yg mengedepankan wawasan ilmu pengetahuan budaya daerah.pertahankan blog ini menurut title dan deskripsinya jgn ada unsur spam.Klo bisa script yg tdk terlalu penting yg membuat load page terlalu berat agar dihapus utk menjangkau semua pengunjung dr seluruh wilayah indoneseia yg mempunyai speed internet yg berbeda karena mungkin masih banyak internt dengan speed dibawh speed internt di tempt sobat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih banyak masukan nya Kangroni,, saya masih baru belajar dalam blogger,, salam kenal,,, akan saya perbaharui lagi blog ini,,

      Bagaimana agar blog sya terlihat profesional mas??

      Hapus
  2. masalah profesional itu relativ yg penting buat blog ini nyaman utk dikunjungi yaitu artikel berkualitas dan load page ringan,insya Alloh orang tdk akan enggan utk berkunjung keblog sobat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kangroni,, terimakasih tipsnya,,, kang..?? kalo nya halaman selain Beranda atau home,, apa ada yang bisa lebih dari satu postingan..?? mf banyak ttanya nya.??

      Hapus
  3. bermanfaat mas infonya, sangat menarik. terus terang saya kurang tau soal teater, tapi artikel diatas bisa sedikit saya pahami.
    oh ya mas mau kasih saran, kalo mau posting artikel biar lebih keliatan rapi jangan dari ms.word langsung copas ke posting mas, tapi dari word masukin notepad dulu baru di paste ke posting. ntar jadinya rata, misal seperti yang pake bullet numbering gitu.
    hehe terimakasih atas infonya mas, sukses selalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. wahhh terimakasih Mas Andre Rizki Nugroho masukannya,, ini masukan buat saya mas Andre,,sya akan Perbaiki lagi hehe.. salam Kenal...!!

      Hapus

 

Blogger

Flag Counter

Twitter