Selasa, 09 April 2013

TUJUAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN


KONSEP TUJUAN PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN

1.      Pengajaran dan Perkembangan siswa
            Telah dikemukakan dalam bab Sembilan bahwa siswa adalah suatu organisme yang hidup yang senantiasa mengalami perubahan. Perubahan merupakan pertumbuhan dan perkembangan, baik jasmani maupun rohani secara terus menerus dalam usaha menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

            Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungan nya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memunhkinkannya untuk berfungsi sebagai secara adekuat dalam kehidupan masyarakat. Pengajaran bertugas mengarahkan proses ini agar sasaran dari perubahan itu dapat tercapai sebagaimana yang diinginkan.

            Pada dasarnya pertumbuhan dan perkembangan siswa tergantung pada dua unsur yang saling mempengaruhi, yakni bakat yang telah dimiliki oleh siswa sejak lahir akan tumbuh dan berkembang berkat pengaruh lingkungan, dan sebaliknya lingkungan akan lebih bermakna apabila terarah pada bakat yang telah ada, kendatipun tidak dapat ditolak tentang adanya kemungkinan dimana pertumbuhan dan perkembangan itu semata-mata hanya disebabkn oleh factor bakat saja atau oleh lingkungan saja.

            Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan formal, secara sistemtis yakni lingkungan pendidikan,
Yang menyediakan bermacam-macam kesempatan bagi siswa  untuk melakukan berbagai kegiatan belajar sehingga para siswa memperoleh pengalaman pendidikan. Dengan demikian, mendorong  pertumbuhan dan perkembangannya kea rah suatu tujuan yang di cita-citakan.


2.      Nilai Tujuan dalam Pengajaran
            Tujuan memiliki nilai yang sangat penting di dalam pengajaran. Bahkan barangkali dapat dikatakan  bahwa tujuan merupakan factor yang terpenting dalam kegiatan dan proses belajar mengajar.

Nilai-nilai tujun dalam pengajaran di antaranya adalah sebagai berikut :

1)      Tujuan pendidikan mengarah dan membimbing kegiatan guru dan murid dalam proses pengajaran.
Karena adanya tujuan yang jelas maka semua usaha dan pemikiran guru tertuju ke arah pencapaian tujuan itu. Sebaliknya apabila tidak ada tujuan yang jelas maka kegiatan pengajaran tidak mungkin berjalan sebagaimana yang diharapkan dan tidak dapat diketahui dengan pasti, manusia yang bagaimana yang diinginkan untuk didik oleh sekolah.

2)      Tujuan pendidikan memberikan motivasi kepada guru dan siswa. Tujuan yang baik ialah apabila mendorong kegiatan kegiatan guru dan siswa. Berkat dorongan itu maka usaha pendidikan dan pengajaran akan berkembang lebih cepat, lebih efisien, dan lebih memberikan kemungkinan untuk berhasil. tujuan yang hendak di capai dalam hal ini , merupakan motivasi positef  yang dirangsang dari luar.

3)      Tujuan pendidikan memberikan pedoman atau petunjuk kepada guru  dalam rangka memilih dan menentukan metode mengajar atau menyediakan lingkungan bagi siswa. Berdasarkan tujuan yang telah digariskan maka dengan mudah pula dapat di tetapkanmetode yang serasi dan dengan demikian akan terciptanya kegiatan-kegiatan belajar yang seimbang dan sesuai bagi siswa. Penentuan metode belajar yang tepat, berarti akan menjamin pencapaian hasil  belajar yang memadai bagi pertumbuhan dan perkembangan siswa.

4)      Tujuan pendidikan penting makanya dalam rangka memilih dan menentukan alat peraga pendidikan yang akan digunakan. Dalam bab berikut, kita akan mengenal bahwa tetap pentingnya fungsi alat bantu mengajar/belajar(Media pendidikan) dalam proses pengajaran. Pengajaran akan belajar lebih efektif, apabila guru dan siswa mempergunakan alat/media yang memadai, dalam hubngan inilah maka aspek tujuan akan memainkan perannya yang penting.

5)      Tujuan pendidikan penting dalam menentukan alat/teknik penilaian guru terhadap hasil belajar siswa. Penilaian sinantiasa bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai, dan dalam hal apa siswa memerlukan perbaikan. Pengajaran efisien, dapat di artikan bahwa adanya  atau tersedianya alat penilaian dan yang tepat. Dalam hal ini factor tujuan akan menjadi pedoman yang sangat berharga.

3.      Tingkat-tingkat tujuan pendidikan
            Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat kita bagi menjadi empat tingkatan atau jenjang sesuai dengan ruang lingkup dn sasaran yang hendak dicapai oleh tujuan itu. Tingkatan tujuan tersebut adalah sebagai berikut.

a.       Tujuan pendidikan nasional.
b.      Tujuan lembaga pendidikan.
c.       Tujuan kurikuler.
d.      Tujuan mata pelajaran.
e.       Tujuan mengajar dan belajar.
            Tujuan-tujuan tersebut akan diuraikan satu per satu di bawah ini.

a.       Tujuan Pendidikan Nasional
            Tujuan pendidikan nasional adalah tujuan umum dari system pendidikn nasiona. Tujuan ini merupakan tujuan jangka panjang dan sangat luas dan menjadi pedoman dari semua kegiatan/usaha pendidikan di Negara kita. Tujuan ini kemudian dijadikan landasan dalam menentukan tujuan sekolah dan tujuan kurikulum sekilah, tujuan pendidikan formal dan nonformal, dengan kata lain, tujuan pendidikan nasional menjadi pedoman dari selruh kegiatan dan lembaga pendidikan di Negara kita.

            Karena itu tujuan ini ditetapkan oleh suatu lembaga nasional yang mewakili seluruh keinginan, aspirasi, dan cita-cita masyarakat dan bangsa telah ditetapkan dalam siding MPR Republik Indonesia No. XXV/MPRS/1966 Bab II Pasal 3 dan Pasal 4 yang berbunyi sebagai berikut :
Tuujuan pendidikan membentuk manusia pancasila sejati berdasarkan ketentuan-ketentuan seperti yang dikehendaki oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan isi Undang-Undang Dasar 1945.

            Untuk mencapai dasar dan tujuan tersebut di atas maka isi pendidikan adalah  sebagai berikut :

1)      Mempertinggi mental, moral, budi pekerti, dan memperkuat keyakinan beragama.
2)      Mempertinggi kecerdasan dan keterampilan.
3)      Membina/memperkembangkan fisik yang kuat.


            Dalam system pendidikan nasional ( UU RI No.2 tahun 1989 ) dikemukakan,bahwa pendidikan nasiaonal bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya ,yaitu manusia yang beriman dan bertakwah terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur,memilliki pengetahuan dan keterampilan Jasmani dan rohani,kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaanan ( Deplikbud,1989)

            Jika dibandingkan dengan tujuan kependidikan nasiaonal tahun 1966 di atas tampak bahwa tujuan pendidikan nasional tahun 1989 ini lebih lengkap,jelas,dan penyeluruh.

            Dari tujuan dan dikemukakan ai atas,jelaskan bahwa tujuan itu sangat umum dan hanya dapat dicapai dalam jangka waktu yang panjang.
Untuk membentuk siswa menjadi siswa yang diharapkan dalam tujuan tersebut tak mungkin dapat tercapai dalam waktu satu atau dua tahun,
melainkan merlukan waktu yang lama.Lagi pula tak mungkin dapat dicapai hanya melalui satu atau dua tingkatan sekolah saja,melainkan melalui pendidikan seumurhidup,dalam sekolah dan luar sekolah.

            Untuk memahahi lebih jelas tentang manusia pancasilais tersebut,
secara garis besarnya,dapat kita peroleh gambarannya dari sila-sala dalam
falsafah Pancasiala sebagaimana telah diuraikan di muka.

            Sebagai bahan pertandingan bagi kita,perlu juga kita ketahui
tantang tujuan pendidikan menurut Edukational Policies Commission of the National Education ( amerika seriak ) sebagai berikut.

Objectives of Education

1.         The Objectives of Self Realization.
            The inquiring mind.The educated person has an appetite for
                        Leaning.
            Speech. The educated person can speak the reading. The educated
                        Person reads the mother tongue of effectively.
            Number. The educated person solves his problems of couNting and
                        Calculating.
            Sight and hearing. The educated person is killed in listening and                               Observing.
            Health knowledge. The educated person understand the basic facts
                        Concerning health and disease.
            Helth hebits. The education person proctects his own helth and of
                        The of his dependeants.
            Public health. The education person works to impirove the health     of  The community.
            Recreation. The education person is participant and spectator in
                        Many sport and other pastimes.
            Inellactual interests.The educated person has mental reuscer
                        For the use pleasure.
            Estetic interests. The educated person appreciates beauty.
            Character. The educated person gives responsible direction to his
                        Own life.

2.  The objectives of human Relationship.
            Respec humanity. The educated person pust human relationship
                        First.
            Frieandship. The educated person enjoys a rich,sincere,and varied
                        Social life.
            Cooperation. The educated person can work and play wints onhers.
            Courtesy. The education person observes the amerities of social
                        Beharpion.
            Appereciation of the mome. The educated person appreciation the
                        Family as a social institution.
            Conservation of the home. The educated person conserves pamily
                        Ideals.
            Homemaking. The educated person is skilled in homaking.
            Democracy in the home. The educated person maintains                                           democratic Family relationship.

3.  The Objectives Economic Efficiency.
           
            Work.The educated producer knowsd the satispaction of good
                        Workmanship.
            Occupational information. The education producer understand the
                        Requirements and apportunities for warious jobs.
            Occupationl choice. The educated producer has selected his
                        Occupation.
            Occupational efficiency. The educated succeeds in his chosen                                   faction.
            Occupational adjustement. The educated producer maintains and
                        Improves his efficiency.
            Occupational apprectiation.The educated producer appreciates the
                        Social value of his work.
            Personal economics. the educated consumer palans the economic
                        of his own life.
            Consumer judgement. The educated consumer develops standarts
                        For guiding expenditures.
            Efficiency in buying. The educated consumer is an informated and
                        Skillful buyer.
            Consumer protection. The educated consumer takes appropriate
                        Measure safeguard his interest.


4.         The Objectives of Civic Responsibility.
            Social justice. The educated citizen is sensitive the                                                      disparities of Human circumstance
            Sosial activity.The educated citizen acts to correct unsatisfastory
                        Condition.
            Social understanding. The educated citizen seeks to understand
                        Social structures and social processes.
            Critical judgement. The educated citizen has depenses againt
                        Propaganda.
            Tolerance. The educated citizen respects honest differences of
                        Opinion.
            Conservation.  The educated citizen has a regard for the nation s
                        Resources.
            Sosial application.  og science The educated citizen masures
                        Scientific advance by its contribution to general welpare.
            World citizenship.  The educated citizen is a cooperating member                             of  The world community.
            Law observance.  The educated citizen respects the law.
            Economic literacy.  The educated citizen is economically literate.
            Plitikal citizenship.  The educated citizen accepts his civic duties.
            Devotion to democracy.  The educated citizen acts upon an
            Unswerving loyality to democratic ideals..
   
a.      Tujuan Lembaga Pendidikan
     
            Setiap lembaga pendidikan, sejak dari taman kanak-kanak sampai
Dengan peguruan tinggi, masing-masing memiliki tujuan yang hendak dicapai, dan tujuan itu berbeda-beda satu sama lain berdasarkan pada jenis lembaga dan untuk siapa lembaga itu disediakan.\
            Dalam hubungan ini, penulis mengambil sebagai contoh ialah tujuan pendidikan sekolah dasar, di mana dikemukakan sebagai berikut.
            Dalam mencapai tujuan pendidikan nasiaonal yang umum sekolah
Dasar hendaknya mencapai tujuan atau target sebagai berikut.
1)      Supaya anak-anak tamatan sekolah dasar mengenal kewajiban dan Haknya sebagai manusia Pancasiala sesuai dengan maksud ketetapan MPRS No. XXVII/66 dan perbuatan selaras dengan pengetahuan dan pengertian itu.

2)      Supaya anak-anak tamatan sekolah dasar memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus yang merupakan bekal hidupnya dalam masyarakat dan dengan demikkian dapat berdiari sendiri dan menyumbangkan kecakapanya bagi Pembina masyarakat adil dan makmur.

3)      Supaya anak-anak tamatan sekolah dasar, memiliki dasar pengetahuan yang kukuh dan keprigelan peguanaanya untuk melanjutkan pendidikan sekolah menengah.
Hal ini berbeda misalnya dengan tujuan sekolah pendidikan guru yang bertujuan mendidik para calon guru yang  mampu mengajar di sekolah taman kanak-kanak dan sekolah dasar dapat melanjutkan ke pen berdidikan peguruan tinggi (IKIP). Demikian setiap lembaga pendidikan memiliki tujuan yang sendiri dan berbeda dengan tujuan lembaga pendidikan lainya.


b.      Tujun Kurikulum

      Kurikulum dari setiap pendidikan/sekolah di Indonesia harus mencerminkan jiwa mukadimah UUD 45 bidang/dan melalui pendidikan.
     
      Selain dari itu kurikulum harus diintegrasikan dengan Nation and
Chraracter Bulding sebagai alat pembinaan manusia pancasiala dan pembangunan. Kurikulum harus memberikan kemungkinan perkembangan menjadi manusia seutuhnya yang bermental moral, budi pekerti luhur dan kuat keyakinan beragamanya, yang memiliki kecerdasan yang tinggi kuat. Dengan demikian, kurikulum harus mempersiapkan anak didik untuk dapat berdiri sendiri dalam masyarakat manusia Pancasila.
       
      Tujuan yang telah dikemukakan di atas masihbersifat umum dan menjadi tujuan dari semua kurikulum, misalnya: kurikulum sekolah dasar maka dapat kita perhatikan hasil pendidikan atau taraf perkembangan yang diharapkan dalam kurikulum sekolah dasar sebagai berikut.

1)      Sikap siswa, apakah sudah sesuai dengan yang harus dicapainya pada masa itu, misalnya: sikapnya terhadap tuhan, terhadap orang tua,pemimpin, dan kawan-kawannya.
2)      Pengetahuan dan pengertian siswa terhadap bahan pelajaran/pendidikan sebagai warga Negara, warga masyarakat,warga sekolah, warga kelas, dan sebagainya.
3)      Perasaan keindahan siswa, misalnya dapat membedakan warna-warna,bentuk-bentuk,nada-nada,dan gerak yang indah dan yang tidak indah.
4)      Kecerdasan siswa, misalnya kesanggupan memecahkan masalah yang dihadapinya.
5)      Perkembangan jasmani/kesehatan, misalnya perkembangan jasmani secara harmonis, mampu menggunakan anggota-anggota badannya dengan catatan dan sebagainya.
6)      Keterampilan, misalnya terampil membaca, menulis, berhitung,dan sebagainya.

         Aspek-aspek perkembangan inilah yang ingin dikembangkan  melalui kurikulum sekolah dasar.

c.       Tujuan Mata pembelajaran

      Secara umum dapat dikemukakan bahwa mata pelajaran dapat dibagi menjadi:

1.      Broad - field  bahasa dan seni.
2.      Broad - field  ilmu pengetahuan sosial.
3.      Broad - field  ilmu pengetahuan alam.
4.      Broad - field  matematika.
5.      Broad - field  pendidikan jasmani dan kesehatan.

Setiap broad-field terdiri dari sejumlah mata pelajaran tertentu.
Dalam kurikulum sekolah dasar kita akan menemukan pengelompokan      mata pelajaran berikut.

1.      Kelompok pembinaan jiwa pancasila.
2.      Kelompok Pembinaan pendidikan dasar.
3.      Kelompok pembinaan kecakapan khusus.

       Di didalam setiap kelompok terdapat sejumlah mata pelajaran.Dan mata pelajaran memiliki tujuan-tujuannya berbeda
Satu sama lain. Tujuan-tujuan mata pelajaran ini merupakan penjabaran dari tujuan kurikulum dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasionala.
         Sebagai contoh dapat kita kutip sebagai berikut.

d.      Pendidikan Kewarganegaraan

1)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan rasa beragama dengan berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa dan saling menghormati sesama insan beragama.
2)      Memupuk dan mengembangkan rasa kekeluargaan dalam hudup sebagai anggota masyarakat dan kasih sangang terhadap sesama manusia.
3)      Memupuk dan mengembangkan rasa bangga dan cinta terhadap
Bangsa dan tanah air yang sehat.
4)      Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi warga Negara dan demokratis yang berbudi luhur, cakap, dan bertangungjawab terhadap kesejahteraan bangsa dan negara serta mendahulukan kewajiban daripada haknya.
5)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan sifat dansikap kewiraan (keberanian berdasarkan kebenaran dan keadilan).
            Dalam pelajaran berhitung kita akan menemukan tujuan-tujuan sebagai berikut.

1)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan pengetahuan dan kecakapan dasar berhitung yang praktis.
2)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan kemampuan berpikir logis dan kritis dalam pola berpikir abstrak sehingga mampu memecahkan soal-soal yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari.
3)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan kemampuan untuk hemat dan pandai menghargai waktu, rasional ekonomi.
4)      Menanamkan, memupuk, dan mengembangkan sikap gotong royong, jujur serta percaya kepada diri sendiri.

            Kedua contoh tujuan mata pelajaran tersebut cukup memberikan gambaran kepada kita bahwa setiap mata pelajaran memiliki tujuan instruksional, akan tetapi erat sekali hubungannya dengan tujuan kurikulum.

4.      Tingakat-Tingkat Tujuan Menurut Thompson

      Tingkat-Tingkat tujuan tersebut dikemukakan oleh William Burton dalam bukunya, bahwa tujuan pendidikan terdiri atas berikut ini.

a.      Tujuan Masyarakat dan Tujuan Umum Pendidikan

           Tujuan masyarakat ialah untuk menjamin kehidupan yang lebih bagi para anggotanya. Tujuan ini dinyatakan secara berbeda-beda orang atau oleh masyarakat yang berbeda atau pada waktu yang berbeda moralitas, karakter pewarisan kebudayaan, kewarganegaraan demokrasi kolektivisme, tujuan ini bersipat luas. Dalam hal ini digunakan pendekatan logis.

b.      Tujuan Masyarakat yang Lebih Khusus atau Tujuan dari Kelompok-Kelompok Sosial Tertentu

         Tujuan ini adalah untuk kegiatan-kegiatan dan keinginan- keinginan kelompok-kelompok masyarakat atau kebutuhan-kebutuhan social yang lebih luas. Dalam hal ini Spencer menyatakan bahwa tujuan pendidikan ialah untuk mempersiapkan individu-individu untuk:

1.      Self – preservation,
2.      Securing the necessities,
3.      Rearing a family,
4.      Maintaining proper social and political relationship, dan
5.      Enjoying leisure time.
  
   Tujuan-tujuan ini lebih konkrek atau lebih spesifik. Pendekatan dilakukan secara psikologis atau antropologis.

c.    Tujuan Guru

Yang menjadi tujuan aialah hasil belajar yang diinginkan oleh guru.
Dalam hal ini meliputi perkembangan aspek-aspek tingkah laku yang.diharapkan terjadi pada diri siswanya, seperti: pengetahuan, pengertian, sikap, kebiasaan, keterampila, emosi, budi pekerti, cita-cita, apresiasi, dan keindahan.

d.   Tujuan Siswa

Tujuan ini adalah meliputi minat yang ingin dipuaskan dan kegiatan-kegiata yang ingin dilaksanakan oleh siswa. Biasanya kelihatan dalam bentuk pernyataan atau masalah yang timbul dalam diskusi dan diskusi bebas, seperti jenis tanaman, permainan sepak bola dan berbagai masalah siswa sendiri yang dijauhkan dan menjadi tujuan mengajar, Tujuan ini berdasarkan pendapatan individual psikologis.
           Dengan demikian, kita harus dapat membedakan antara tujuan umum dan antara tujuan yang lebih khusus dan mana tujuan guru dan mana tujuan siswa. Kegagalan membedakan tujuan-tujuan ini akan menunjukan kekuranmampuan seorang guru.

5.      Merumuskan Kemampuan Belajar

Tujuan mengajar adalah tujuan yang bersifat operasional. Tujuan dalam waktu yang singkat dapat tercapai, yakni setelah selesai jam pelajaran tertentu. Tujuan mengajar senantiasa merupakan tujuan khusus, yang dirumuskan dalam rencana mengajar harian atau lesson plan.

   Tujuan mengajar harus memenuhi kriteria sebagai berikut.

a)      Tujuan itu bertitik tolak dari perubahan tingkah laku siswa. Artinya, bahwa dalam tujuan itu hendaknya terkandung dengan jelas tingkah laku atau aspek apa atau aspek kelakuan apa yang diharapkan berubah setelah pengajaran berlangsung. Sebangai pedoman, kitadapata  mengunakan aspek tingkah laku sebagai berikut.

-          Pengetahuan apa yang  hendak diperboleh?
-          Pengertian-pengertian apa yang hendak dikembangkan?
-          Keterampilan-keterampilan apa yang hendak dikembangkan dan sebagainya.

b)      Tujuan harus dirumuskan sekhusus mungkin. Artinya bahwa tujuan itu harus diperinci sedemikian rupa agar lebih jelas apa yang hendak dicapai dan lebih mudah untuk mencapainya.

     Contoh: sehabis pelajaran ini siswa diharapkan memperoleh
                  pengetahuan tenang:

1.      Pengeran Diponegoro

I.I. Sebab-sebab perang diponegoro.
      I.III    Tindakan-tindakan Belanda yang menyingun
                Perasaan rakyat.
                I.IIII    Tindakan Belanda yang memungut pajak
                             Yang terlalu memberatkan rakyat.

Dengan perumusan yang sekhusus-sekhususnya itu guru akan lebih mudah untuk menyapainya, menentukan kegiatan-kegiatan, dan untuk menilainya.
c)      Tujuan dirumuskan secara sederhana, singakat, tetapi jelas. Maksudnya agar mudah dipahami dan tidak bercabang yang bisa mengakibatkan kebingungan.
d)     Tujuan itu dapat dicapai dalam waktu yang singkat, yakni sehabis pelajaran tertentu, misalnya setelah 45 menit atau 90 menit pelajaran. Setelah pelajaran itu guru telah dapat mengontrol sejauh mana tujuannya telah tercapai, misalnya dengan pertanyaan lisan.
e)      Perumusan tujuan jangan disatukan dengan kegiatan mencapai tujuan. Kalau disatukan ini tujuan itu misalnya: menanam pengetahuan dan pengertian tentang menanam padi.
Seharusnya dirumuskan sebagai berikut.
-          Agar siswa mengerti dan mengetahui tentang cara menanam padi.
-          Agar siswa mempoeroleh meterampilan tentang cara menanam padi.

Demikian beberapa kreteria yang hendaknya dijadikan pedoman tentang cara merumuskan tujuan mengajar yang epektif, artinya yang secara didaktis dapat dipertanggungjawabkan. Untuk hendaknya setiap caloan guru berlatih secara baik agar teknik perumusan tujuan itu dapat menjadi keterampilan yang memandai.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger

Flag Counter

Twitter